Sunday, January 4, 2009

Memahami difusi teknologi informasi kesehatan

Teori mengenai difusi inovasi pertama kali dicetuskan oleh Everett Rogers melaluipublikasinya pada tahun 1960 dengan mendefinisikan sebagai proses dimana inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu pada kurun waktu tertentu kepada anggota sistem sosial. Sedangkan inovasi diartikan sebagai “ide, praktek atau obyek yang dianggap baru oleh individu, kelompok atau bahkan organisasi”. Proses individu mengadopsi inovasi secara bertahap meliputi fase pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi dan konfirmasi. Pengenalan obat baru juga mengikuti fase tersebut. Dokter akan menggunakan obat baru setelah menerima berbagai informasi melalui berbagai saluran komersial dan divalidasi oleh saluran profesional.

Akan tetapi, penerapan konsep inovasi dan difusi bagi adopsi teknologi informasi tidaklah sederhana. Keputusan mengadopsi teknologi informasi tidak hanya terletak pada aspek individu, tetapi juga pada tingkatan organisasional. Inovasi penggunaan surat elektronik (e-mail) lebih tergantung kepada keputusan individu bukan organisasi. Di sisi lain, dalam suatu organisasi, berbagai jenis perangkat lunak (yang baru dan lama) dapat digunakan secara bersama-sama.

Faktor lain yang mempengaruhi inovasi adalah saluran komunikasi di organisasi yang memperkuat jaringan sosial. Komunikasi yang mendukung pertukaran wacana (diskusi), membawa pengetahuan dan informasi dari luar organisasi akan mempercepat proses difusi. Selain itu, faktor lain yang berpengaruh adalah proses pengambilan keputusan dan komitmen manajemen puncak. Komitmen pucuk pimpinan dapat ditunjukkan dengan pemberian kesempatan serta sumber daya. Gaya kepemimpinan juga sangat berpengaruh. Pada fase identifikasi kebutuhan gaya kepemimpinan partisipatif akan sangat mendukung. Tetapi ketika sudah fase implementasi, model kepemimpinan yang hirarkis disebut-sebut lebih menentukan tingkat keberhasilannya. Yang terakhir adalah kesiapan terhadap perubahan. Zaltman et al. mengatakan bahwa pada fase implementasi, struktur organisasi yang mendukung pengendalian serta manajemen proyek yang berhati-hari sangat mempengaruhi keberhasilan proses inovasi. Oleh karena itu, perencanaan merupakan salah satu variabel penting dalam penerapan inovasi.
Atribut organisasi merupakan prediktor penting dalam meluasnya penggunaan inovasi teknologi informasi. Akan tetapi variabel ini tidak cukup meyakinkan untuk mempengaruhi tingkat inovasi.

No comments:

Post a Comment